3 Ciri-ciri Orang Munafik Berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadist dalam Islam
Ciri-ciri Orang Munafik – Dalam khutbah keagamaan
sering kita mendengar mengenai tiga ciri-ciri orang munafik. Kata-kata
munafik terkadang juga disematkan kepada orang yang tidak bisa dipercaya
perkataannya. Sebagai contoh terkadang seorang teman yang suka
berkhianat dikatakan sebagai orang munafik.
Akan tetapi jarang yang mengetahui arti kata munafik itu sendiri.
Jadi, apa sebenarnya arti kata munafik itu? Apakah seorang penghianat
juga termasuk ciri-ciri orang munafik? Dalam Islam telah dijelaskan
tentang ciri-ciri orang munafik. Baik di dalam Al-Quran ataupun
Al-Hadist.
Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia atau KBBI, munafik berarti
bertindak seolah-olah yakin dan taat terhadap sebuah ajaran agama atau
yang sejenisnya. Namun sesungguhnya dalam hatinya tidak seperti itu.
Makna lainnya adalah suka berkata apa yang sebenarnya dia tidak kerjakan
atau bermuka dua.
Ciri-ciri Orang Munafik (dhresource.com)
Dalam Islam terdapat 3 ciri-ciri orang munafik seperti yang
disampaikan oleh baginda Rasulullah SAW dalam sabdanya yang berbunyi.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ
صلى الله عليه وسلم – قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ
كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, Tanda-tanda
orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia
mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat (HR. Al- Bukhari)
Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab Al-Iman
hadist nomer 33. Hadist tersebut masuk kedalam bab berjudul Baabu Alaamati Munaafiq yang artinya Bab Tanda-tanda Orang Munafiq.
Penjelasan Hadist
Penjelasan Hadits (umar-arrahimy.blogspot.co.id)
Hadits di atas merupakan hadist mengenai ciri-ciri orang munafik yang
sudah sangat terkenal di masyarakat kita. Melalui hadits tersebut
manusia senantiasa diperingatkan dan patutlah untuk berhati-hati agar
tidak termasuk golongan orang-orang munafik.
Kata munafik berarti orang-orang yang nifak. Nifak secara bahasa
maknanya adalah berbeda antara apa yang tampak (lahir) dan tidak tampak
(batin). Apabila perbedaan itu menyangkut perkara iman maka orang
tersebut tersebut termasuk nifaq i’tiqad. Contohnya orang yang berkata
“Kami beriman” tetapi mengingkari di dalam hati.
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ketika berdakwah di Madinah terdapat
orang-orang munafik seperti itu. Nama orang yang terkenal dengan sifat
kemunafikannya tersebut adalah Abdullah bin Ubay bin Salul.
Menurut
Ibnu Katsir, nifak adalah memperlihatkan kebaikan dan menyembunyikan
kejelekan. Sementara itu, Ibnu Juraij berkata bahwa orang munafik itu
adalah orang yang perkataanya berlawanan dengan apa yang ia kerjakan dan
batinnya menyelisihi lahiriahnya.
Dalil Al-Quran Tentang Ciri-ciri Orang Munafik
Dalil Alquran Ciri-ciri orang munafik (liriklagu-anak.blogspot.com)
Selain dari Al-Hadist, Allah SWT juga telah menjelaskan ciri-ciri
orang munafik dalam bagian awal surat Al-baqarah. Pada awalan surat
tersebut Allah menjelaskan tentang tiga golongan manusia, yaitu
orang-orang mukmin, orang-orang kafir, dan orang-orang munafiq.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 14:
Artinya: Dan apabila mereka berjmpa dengan
orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila
mereka apabila mereka kembali pada setan-setan (para pemimpin) mereka,
mereka berkata “Sesungguhnya kami bersamamu, kami hanya berolok-olok.”
Kemudian Allah SWT membalas perkataan mereka dalam ayat selanjutnya.
Artinya: Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
Dalam ayat-ayat Al-Quran surat Al-Hadid
ayat 12-14, Allah Ta’ala menunjukkan balasan terhadap orang-orang
munafik ketika berada di akhirat. Pada ayat-ayat yang lain seperti surat
At-Taubah ayat 63 dan 68 yang berisi ancaman bahwa kelak mereka akan
dimasukkan ke dalam neraka jahannam.
Masih banyak lagi teks-teks Al-Quran dan
Al-Hadist yang menjelaskan kejahatan-kejahatan orang-orang munafik dan
ancaman bagi mereka. Oleh karena itu sudah sepatutnya bagi seorang
muslim untuk mewaspadai perilaku buruk mereka dan meninggalkan sifat
yang menjadi ciri-ciri orang munafik.
3 Ciri-ciri Orang Munafik
Ciri-ciri Orang Munafik (teungkudaghee.blogspot.co.id)
Sebelumnya pada hadist di atas telah telah disebutkan 3 ciri-ciri
orang munafik. Ciri-ciri tersebut adalah apabila berbicara dia
berbohong, apabila berjanji ia tidak menepatinya, dan apabila dipercaya
dia mengkhianatinya. Agar lebih memahami ketiga ciri-ciri orang munafik,
berikut penjelasannya.
Berbohong Sebagai Ciri-ciri Orang Munafik
Berbohong (npr.org)
Ciri orang munafik yang pertama adalah jika berbicara ia berbohong.
Orang yang suka berbohong atau menutupi kebenaran maka dia akan semakin
dekat dengan sifat kemunafikan. Bohong sendiri artinya adalah segala
sesuatu baik itu perkataan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan
keadaan sebenarnya.
Rasullullah bersabda yang artinya:
Ditanyakan kepada Rasulullah Saw: Apakah seorang mukmin
bisa menjadi penakut? Beliau menjawab: Ya. Lalu ditanya beliau ditanya
lagi: Apakah seorang mukmin bisa menjadi bakhil? Beliau menjawab: Ya.
Lalu ditanyakan lagi: Apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong?
Beliau menjawab: Tidak!
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Malik dari Sofwan bin Sulaim dalam
kitab Al-Muwatha. Bahkan Rasulullah sendiri melalui hadist di atas telah
menyatakan bahwa berbohong bukanlah sifat seorang mukmin. Seorang
mukmin mungkin saja bakhil dan penakut, namun ia tidak mungkin
berbohong. (http://katasiana.com)
Contohnya
adalah jika ada orang yang membayar belanjaan di minimarket dan
kasirnya bertanya “Ada uang kecil nggak?” Kemudian orang tersebut
menjawab “Nggak ada, mbak” padahal sebenarnya ia mempunyainya. Contoh
lainnya adalah berbohong untuk menghindari hukuman ketika berbuat salah
dan menyontek ketika ujian di sekolah.
Ingkar Janji Sebagai Ciri-ciri Orang Munafik
Ingkar Janji (lardbucket.org)
Suka tidak menepati janji merupakan ciri-ciri orang munafik yang
kedua. Apabila kita berjanji kepada seseorang berusahalah untuk
menepatinya. Jika memang merasa tidak sanggup berkatalah jujur atau
jangan menyepakati janji tersebut. Jadi berhati-hatilah dalam berjanji,
karena jika sering mengingkarinya, kita bisa termasuk orang munafik.
Ciri-ciri orang munafik yang kedua ini lebih sulit untuk dihindari
daripada yang ciri yang pertama. Sering kali seorang mukmin sudah mampu
menjaga agar tidak mengatakan kebohongan dan mengatakan kebenaran. Namun
dia masih mudah berjanji padahal ia tahu dirinya tidak bisa memenuhi
janji tersebut.
Apalagi jika seseorang menjadi pemimpin, dorongan untuk berjanji
biasanya lebih besar. Sehingga menjadi lebih sering untuk membuat janji.
Hal ini biasanya tercermin ketika seorang pemimpin melakukan kampanye
saat pemilu. Bahkan dalam satu kali kampanye saja bisa dihitung berapa
buah janji yang telah dibuat. Waspadalah.
Berkhianat Sebagai Ciri-ciri Orang Munafik
Pengkhianat (israel21c.org)
Berkhianat merupakan ciri orang munafik yang ketiga. Mengkhianati
amanah, jika sering dilakukan, maka pelakunya akan semakin dekat dengan
kemunafikan. Semakin besar kepercayaan yang dikhianati, semakin jelas
tanda kemunafikan orang tersebut. Meskipun sebenarnya sangat sulit
memastikan ia berkhianat atau tidak.
Amanah bentuknya bisa bermacam-macam. Bisa jadi ia adalah pekerjaan
atau profesi yang di dalamnya ada kewajiban yang seharusnya kita penuhi.
Bisa jadi ia adalah kepemimpinan yang dipercayakan kepada kita. Bahkan
titipan barang dari orang lain agar kita menjaganya, atau rahasia dari
orang lain agar kita menyimpannya, semua itu termasuk amanah.
Terakhir kami mengajak pembaca sekalian untuk menginstropeksi diri
agar tidak terjerumus dalam kemunafikan. Jika selama ini kurang terbiasa
berkata jujur, gemar mengingkari janji atau menyepelekan amanah,
marilah bertaubat dan terus memperbaiki diri. Semoga Allah SWT
senantiasa menjauhkan kita dari ciri-ciri orang munafik.